Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Perkuat Ekosistem Pariwisata, Dispar Kukar Gagas One Company, One Event

    5 November 2026

    Penegakan Perda Terus Dilakukan, Satpol PP Kukar Kedepankan Pendekatan Humanis

    5 November 2026

    Pemkab Kukar Optimalkan Potensi Wisata Pantai Tanah Merah, PAD Mulai Bertumbuh

    5 November 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 6 November 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Pemkab Kukar Alawi Mohammad4 November 2026435

    Produksi Air PDAM Samboja Turun 50 Persen, Waduk BWS Dikaji Jadi Sumber Alternatif

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono
    Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email
    Kukar Idaman

    TENGGARONG – Penurunan debit air baku berdampak terhadap kemampuan produksi PDAM di wilayah Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

    Untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mulai menjajaki pemanfaatan waduk milik Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai sumber air alternatif bagi kebutuhan masyarakat.

    Kondisi ini menyebabkan produksi air bersih yang sebelumnya mencapai 80 liter per detik kini hanya mampu berada di kisaran 40 liter per detik.

    Berkurangnya volume air pada sumber penampungan utama menjadi faktor yang membatasi kemampuan PDAM dalam menjalankan produksi seperti kondisi normal.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan bersama Direktur Utama PDAM.

    Pertemuan itu membahas kondisi terkini pasokan air sekaligus menjajaki kemungkinan penggunaan sumber lain untuk menjaga keberlangsungan pelayanan di Samboja dan daerah sekitarnya.

    Menurutnya, kondisi cuaca yang belum menunjukkan pemerataan curah hujan turut memengaruhi ketersediaan air di waduk.

    Akibatnya, penambahan debit belum berlangsung optimal sehingga kapasitas produksi belum dapat dikembalikan seperti sebelumnya.

    “Tadi pagi saya justru dapat tamu dari Direktur Utama PDAM yang menyatakan bahwa debit air kita ini masih sangat rendah. Karena hujannya juga masih sporadis, debitnya masih belum normal,” ungkapnya saat ditemui di Tenggarong pada Senin (2/11/2026).

    Di tengah keterbatasan tersebut, keberadaan waduk yang dikelola BWS di kawasan Samboja mulai diperhitungkan sebagai salah satu pilihan untuk memperkuat pasokan air baku.

    Infrastruktur penampungan yang telah tersedia itu dinilai memiliki potensi, tetapi perlu diteliti lebih jauh sebelum dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional PDAM.

    Persoalan jarak menjadi salah satu aspek yang harus diperhitungkan dalam rencana tersebut.

    Lokasi waduk diperkirakan berjarak sekitar 5 hingga 7 kilometer dari reservoir PDAM terdekat.

    Dengan kondisi itu, diperlukan perhitungan teknis terkait kemungkinan pengaliran air serta kebutuhan infrastruktur tambahan.

    “Ada waduk yang dibuat oleh BWS, tapi waduk lama sebenarnya. Dan memang jaraknya agak jauh, kenapa sampai sekarang baru dijadikan alternatif untuk dimanfaatkan. Jaraknya itu dari reservoir terdekat milik PDAM itu hampir sekitar 5-7 kilo,” kata dia.

    Untuk memastikan peluang tersebut, Pemkab Kukar meminta Direktur Utama PDAM melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

    Peninjauan juga melibatkan pemerintah kecamatan dan pihak BWS agar informasi mengenai kondisi waduk dapat diperoleh secara langsung dari instansi terkait.

    Sejumlah hal menjadi perhatian dalam pemeriksaan tersebut, terutama menyangkut ketersediaan debit, kapasitas tampungan, serta kemungkinan pengolahan air menjadi bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan produksi PDAM.

    Hasil peninjauan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah lanjutan.

    Apabila memenuhi persyaratan teknis, waduk tersebut berpeluang dimanfaatkan sebagai tambahan sumber air guna membantu menjaga ketersediaan layanan bagi pelanggan di Samboja.

    Sunggono menegaskan, pengecekan langsung diperlukan agar rencana pemanfaatan waduk tidak hanya sebatas alternatif di atas kertas, tetapi memiliki kepastian dari sisi ketersediaan air maupun kemungkinan pengolahannya.

    “Beliau hari ini saya perintahkan untuk langsung datang ke lapangan, menemui camat. Kemudian menemui beberapa pihak, termasuk dari BWS yang memiliki waduk di sana, untuk memastikan apakah memang debit airnya itu bisa kita olah menjadi air baku untuk PDAM, untuk warga Samboja dan sekitarnya,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo/Kukar).

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAtasi Mahalnya BBM, SPBN Nelayan Anggana Ditarget Beroperasi Desember
    Next Article Pemkab Kukar Optimalkan Potensi Wisata Pantai Tanah Merah, PAD Mulai Bertumbuh

    Related Posts

    Perkuat Ekosistem Pariwisata, Dispar Kukar Gagas One Company, One Event

    5 November 2026

    Penegakan Perda Terus Dilakukan, Satpol PP Kukar Kedepankan Pendekatan Humanis

    5 November 2026

    Pemkab Kukar Optimalkan Potensi Wisata Pantai Tanah Merah, PAD Mulai Bertumbuh

    5 November 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Perkuat Ekosistem Pariwisata, Dispar Kukar Gagas One Company, One Event

    5 November 2026

    Penegakan Perda Terus Dilakukan, Satpol PP Kukar Kedepankan Pendekatan Humanis

    5 November 2026

    Pemkab Kukar Optimalkan Potensi Wisata Pantai Tanah Merah, PAD Mulai Bertumbuh

    5 November 2026

    Produksi Air PDAM Samboja Turun 50 Persen, Waduk BWS Dikaji Jadi Sumber Alternatif

    4 November 2026

    Atasi Mahalnya BBM, SPBN Nelayan Anggana Ditarget Beroperasi Desember

    4 November 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.