Sangatta – Di tengah ketatnya kompetisi Sangatta Open Handicap, harapan besar lahir dari para pelatih dan pengurus olahraga Kutai Timur untuk membina generasi atlet biliar masa depan. Turnamen yang digelar pada 10–16 November 2025 di venue baru Fourty Five Biliar, Sangatta Utara, bukan hanya ajang adu strategi, tetapi juga momen penting untuk memulai langkah pembinaan atlet lokal yang berkelanjutan.
Turnamen ini mempertemukan visi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), KONI, dan POBSI Kutim dalam memperkuat arah pembinaan jangka panjang cabang olahraga biliar. Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menilai keberadaan fasilitas bertanding yang layak menjadi penentu dalam membentuk mental juara para atlet muda.
“Tempatnya bagus. Harapan kita anak-anak juga bisa bagus. Kalau mereka terbiasa bertanding di tempat yang representatif, mental bertanding mereka akan terbentuk,” ujar Basuki, Senin (17/11/2025).
Ia menambahkan bahwa pengembangan fasilitas olahraga tak hanya meningkatkan prestasi, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui potensi usaha kecil di sekitar venue.
Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, menyambut baik penyelenggaraan Sangatta Open karena dinilai mampu mendukung persiapan menuju ajang Pra Porprov. Ia menyebut biliar sebagai salah satu cabang unggulan Kutim, terbukti dengan torehan 12 medali pada Porprov sebelumnya.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan. Target kami meloloskan sebanyak mungkin atlet,” tegas Rudi.
Sementara itu, Ketua POBSI Kutim, Narto Bulang, menekankan pentingnya regenerasi atlet seiring aturan batas usia maksimal 30 tahun untuk peserta Pra Porprov.
“Ini PR besar pembinaan usia dini. Saya yakin tempat ini akan lahirkan atlet muda yang membanggakan Kutai Timur,” kata Narto.
Dukungan senada datang dari pelatih biliar lokal, Bambang, yang berharap hadiah total Rp245 juta dan sistem gugur dari babak 64 besar mampu menarik minat pemain muda untuk unjuk gigi.
“Harapannya muncul bibit-bibit baru untuk Kutim dan Kaltim,” ujar Bambang.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan fasilitas representatif, Sangatta Open Handicap menjadi langkah awal penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet biliar yang solid di Kutai Timur. (ADV)
