Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Sabtu, 25 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Lainnya Astri Nurfianti15 Maret 20246

    Tarif PPN Meningkat Masyarakat Ekonomi Menengah Merana

    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Samarinda – Wacana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada tahun 2025 menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk dari Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur.

    Ketua Fraksi PKS Ali Hamdi menilai bahwa kenaikan PPN ini kontraproduktif dan akan memperparah situasi ekonomi masyarakat.

    “Sumber PPN terbesar berasal dari konsumsi masyarakat dan impor bahan baku industri. Kenaikan tarif PPN ini akan melemahkan beli dan menekan perekonomian nasional,” ungkap Ali.

    Sebelumnya, tarif PPN baru saja dinaikkan menjadi 11% pada April 2022, dan terbukti langsung berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

    “Pada 2022, porsi konsumsi rumah tangga sebagian besar digunakan untuk barang habis pakai, dan pada 2023, tren ini masih berlanjut, bahkan muncul fenomena ‘mantab’ (makan tabungan) di kalangan masyarakat menengah,” papar Ali.

    Survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan bahwa rasio konsumsi kelompok dengan pengeluaran di bawah Rp 5 juta mengalami penurunan, terutama pada kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta – Rp 3 juta dan Rp 4,1 juta – Rp 5 juta.

    Ali khawatir bahwa kenaikan PPN akan mendorong inflasi dan membuat harga-harga barang/jasa semakin mahal. Maka dari itu pada akhirnya akan semakin membebani daya beli masyarakat.

    “Industri besar akan mudah menaikan harga barangnya ketika tarif PPN bahan baku industrinya meningkat. Masyarakat ekonomi menengah ke bawahlah yang akan menanggung beban kenaikan ini,” tegas Ali.

    Fraksi PKS mendesak pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan kenaikan PPN ini. Kemudian mencari solusi alternatif untuk meningkatkan pendapatan negara tanpa membebani rakyat.

    “Pemerintah perlu fokus pada pemulihan daya beli masyarakat dan menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Ali

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article4000 Nelayan Papua Dapatkan Kartu Kusuka
    Next Article GSP Gelar Halal Bihalal, Perkuat Keharmonisan dan Semangat Spiritual Karyawan

    Related Posts

    Wabup Sidoarjo Ajak Ribuan Warga Meriahkan Harjasda ke-167 dengan Makan Bersama di Monumen Jayandaru.

    28 Januari 2026

    Kampanye TOSS TBC di CFD Sidoarjo Gaungkan Deteksi Dini

    10 November 2025

    Bupati Subandi Serahkan Santunan Rp10 Juta untuk Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny

    2 November 2025

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.