Kukar – Seperti mata rantai pertahanan yang terus diperkuat, perkembangan satuan artileri di Jembayan menandai babak baru bagi sistem keamanan nasional. Dari yang sebelumnya hanya berstatus baterai atau kompi, kini satuan tersebut telah tumbuh menjadi Batalyon Armed 22/Kesumawira, sebuah pencapaian yang disambut dengan kebanggaan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Perubahan status tersebut disampaikan Komandan Batalyon Armed 22/Kesumawira, Letkol Arm Novihardi, saat melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di Markas Batalyon Armed Jembayan pada Senin (15/6/2026). Dalam pertemuan itu, Novihardi mengungkapkan apresiasinya atas perhatian serta dukungan yang selama ini diberikan pemerintah daerah terhadap perkembangan satuan yang bermarkas di wilayah Kecamatan Loa Kulu tersebut. Menurutnya, keberadaan batalyon memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem pertahanan nasional sekaligus menjaga sinergi dengan pemerintah daerah.
“Kami bangga atas perkembangan satuan ini dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah. Sinergi antara TNI dan pemerintah sangat penting untuk kemajuan daerah dan keamanan wilayah,” ujar Novihardi.
Ia menjelaskan, komunikasi dan kolaborasi yang terjalin antara institusi TNI dengan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas wilayah serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Meski demikian, sejumlah aspek terkait pertahanan negara tetap harus dijaga kerahasiaannya karena menyangkut kepentingan strategis nasional.
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa pemerintah daerah dan TNI memiliki visi yang sama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meski mempunyai tugas yang berbeda, keduanya saling melengkapi dalam mewujudkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dan saat ini kami bangga terhadap Satuan Armed yang dulu merupakan satuan Batrei atau Kompi kini menjadi Bataliyon sendiri,” kata Aulia.
Menurutnya, TNI memiliki tanggung jawab menjaga kedaulatan negara, sedangkan pemerintah daerah berfokus pada pelayanan publik dan pembangunan. Karena itu, sinergi kedua pihak menjadi elemen penting dalam mendukung terciptanya stabilitas daerah yang kondusif.
Aulia juga menyampaikan dukungan terhadap program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Darat. Salah satunya terkait penguatan kemampuan satuan melalui pengadaan sistem peluncur roket multilaras modern jarak jauh LMRS ITBM yang masuk dalam program strategis pertahanan nasional.
“Kami bangga dan mendukung kemajuan alutsista TNI AD. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan negara dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
Keberadaan Batalyon Armed 22/Kesumawira di Jembayan diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan nasional, tetapi juga semakin mempererat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Kutai Kartanegara. Transformasi dari satuan setingkat kompi menjadi batalyon menjadi simbol berkembangnya kemampuan pertahanan yang turut membawa kebanggaan bagi masyarakat daerah.
