Tenggarong – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H.M.Jamhari (HMJ) dan Rombongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap jembatan jalan usaha tani di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong. Sidak ini dilakukan sebagai respons atas keluhan para petani yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kerusakan infrastruktur yang menjadi akses vital bagi aktivitas pertanian Senin 19/1/2026

Kelurahan Bukit Biru dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun, kondisi infrastruktur pendukung pertanian di wilayah tersebut dinilai sangat memprihatinkan. Sedikitnya empat jembatan jalan usaha tani dilaporkan mengalami kerusakan namun 2 tempat yang parah dan belum mendapatkan penanganan maksimal dari pemerintah daerah. Akibatnya, mobilitas petani dalam mengangkut hasil panen menjadi terhambat, terutama saat musim panen tiba.

Anggota DPRD Kukar, H.M. Jamhari (HMJ), menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, rusaknya jembatan jalan usaha tani tidak hanya menyulitkan petani, tetapi juga berdampak langsung terhadap produktivitas dan perekonomian masyarakat. “Wilayah ini merupakan sentra pertanian, tetapi ironisnya akses utama bagi petani justru rusak dan dibiarkan bertahun-tahun,” ujar Jamhari di sela-sela sidak.

Rombongan DPRD Kukar yang dipimpin Desman Minang Andiano meninjau langsung kondisi jembatan yang menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian.

Dalam sidak tersebut, turut hadir perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, pihak kelurahan, kecamatan, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat untuk memberikan penjelasan dan menyampaikan aspirasi petani.

H.M. Jamhari menegaskan bahwa perbaikan jembatan jalan usaha tani harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menilai infrastruktur pertanian merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan ekonomi petani serta kelancaran distribusi hasil pertanian ke pasar.

Selain meninjau jembatan, DPRD Kukar juga menemukan kondisi area pemakaman di Kelurahan Bukit Biru yang mengalami longsor. Kondisi ini dinilai membahayakan dan berpotensi semakin parah apabila tidak segera ditangani. Jamhari pun meminta dinas terkait untuk segera melakukan langkah penanganan yang serius.

Ia berharap inspeksi mendadak tersebut dapat menjadi dorongan kuat bagi pemerintah daerah agar segera merealisasikan perbaikan infrastruktur pertanian. Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan kesejahteraan petani meningkat dan produksi pertanian di wilayah Bukit Biru dapat terus berkembang.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version