Tenggarong – Kasus pelecehan seksual yang mencuat di Pondok Pesantren Ibadurrahman, Kutai Kartanegara, memantik reaksi keras dari Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Idham. Dalam rapat dengar pendapat bersama alumni pesantren pada Senin (15/9/2025), ia menegaskan persoalan ini tidak boleh dianggap sepele dan harus ditangani serius agar tidak terulang di masa mendatang.

Politisi PKS dari daerah pemilihan Tenggarong Seberang ini mengecam keras tindakan oknum pelaku yang dinilai telah mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama. Ia menilai, dampak dari kasus ini bukan hanya melukai para korban, tetapi juga mencoreng nama baik pesantren sebagai tempat pembinaan moral.

“Kasus seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Kami meminta persoalan ini menjadi perhatian serius dan dituntaskan agar tidak terulang lagi. Tindak cabul sangat mencederai nilai agama dan membahayakan moral manusia,” tegas Idham dalam rapat tersebut.

Idham menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD Kukar bersama tim khusus akan meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan kasus berjalan sesuai aturan. Ia juga membuka kemungkinan untuk mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) mengenai pencegahan LGBT dan perlindungan anak.

“Kami meminta agar seluruh oknum yang terlibat dalam persoalan ini ditindak tegas. Tidak boleh ada toleransi, apalagi jika menyangkut masa depan generasi kita,” tambahnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mencegah pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Ia mengajak warga agar tidak segan melaporkan jika menemukan perilaku mencurigakan, baik di pesantren maupun di tempat lain.

Selain itu, Idham menyoroti peran Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara untuk lebih aktif memberikan edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual sejak dini. Menurutnya, materi tersebut harus masuk ke sekolah umum maupun pesantren agar siswa lebih memahami risiko dan langkah perlindungan diri.

“Pemerintah melalui dinas terkait harus proaktif memberikan edukasi tentang pencegahan pelecehan seksual, termasuk pengetahuan dasar mengenai kesehatan reproduksi dan pendidikan karakter. Ini sangat penting agar kasus bisa dicegah sebelum terjadi,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka. Baginya, perhatian keluarga menjadi benteng utama pencegahan kasus serupa. “Hal terpenting adalah orang tua harus selalu tahu keberadaan anak, dengan siapa mereka bergaul, dan apa saja aktivitasnya. Perhatian orang tua adalah benteng utama pencegahan,” pungkasnya.

DPRD Kukar memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus ini agar para korban memperoleh keadilan sekaligus mendorong lahirnya langkah pencegahan yang lebih kuat di masa depan.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version