Sangatta – Gerakan pembaruan sektor pertanian terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dengan membentuk enam brigade pangan di lima kecamatan. Program strategis ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk mendorong lahirnya sistem agribisnis modern dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, keenam brigade pangan telah dibentuk di wilayah Kaubun (dua brigade), serta masing-masing satu di Kaliorang, Bengalon, Kombeng, dan Long Mesangat. Setiap brigade akan menerima dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) canggih, seperti traktor roda 4, hand traktor, rice transplanter, hingga combine harvester ukuran besar yang dibiayai melalui APBN 2025.

“Di Kutim terdapat enam brigade pangan yang terbentuk. Insya Allah akan mendapatkan alsintan dari Kementerian Pertanian,” ujar Dessy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/11/2025).

Dessy menekankan bahwa hadirnya teknologi modern di sektor pertanian bukan hanya soal peningkatan produktivitas panen, tapi juga upaya menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

“Pertanian harus menjadi pilihan generasi muda karena dengan teknologi dan sistem usaha yang modern, potensi penghasilan besar terbuka,” tambahnya.

Brigade pangan ini juga dirancang untuk mengembangkan ekosistem agribisnis yang berkelanjutan. Melalui dukungan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kemitraan dengan offtaker hasil panen, petani tak lagi hanya menjadi produsen, tetapi juga pengelola bisnis pertanian yang mandiri dan profesional.

Program ini diharapkan menjadi gerbang masuk bagi generasi milenial untuk melihat pertanian sebagai profesi menjanjikan, sekaligus membentuk barisan petani baru yang produktif dan melek teknologi.

“Kita ingin generasi muda di Kutim tidak hanya menanam padi tapi menjalankan usaha tani profesional, mengelola sistem, menjual hasil, dan mendapatkan penghasilan yang layak,” tegas Dessy.

Langkah pembentukan brigade pangan menjadi titik tolak penting bagi Kutim dalam menapaki kemandirian pangan serta membangun ketahanan ekonomi dari sektor pertanian. Pemerintah daerah pun berharap adanya kolaborasi multipihak untuk mempercepat transformasi ini agar Kutim menjadi salah satu daerah unggulan pertanian di Kalimantan Timur. (ADV).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version