Sangatta – Di tengah perubahan pola penyakit yang kini lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup tak sehat, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat strategi pencegahan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menyasar lokasi-lokasi publik, sekolah, hingga lingkungan perkantoran sebagai upaya mencegah lonjakan penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, hipertensi, dan diabetes.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa fokus saat ini telah beralih dari penyakit infeksi menuju penyakit degeneratif. Perubahan pola ini, menurutnya, merupakan tantangan baru yang menuntut pendekatan berbeda.

“Kita sekarang berhadapan dengan tantangan baru. Bukan lagi penyakit infeksi, tapi penyakit degeneratif karena pola hidup,” ujarnya di TRuang Kerjanya, Selasa (18/11/2025) kemaren.

Program CKG dirancang sebagai bentuk edukasi sekaligus intervensi dini. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol secara cuma-cuma. Tidak hanya itu, petugas kesehatan juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya olahraga rutin, pola makan seimbang, dan berhenti merokok sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

“Cek kesehatan tidak hanya untuk yang sudah sakit. Justru yang sehat harus rutin memeriksa diri agar bisa mencegah sejak dini,” tegas Sumarno.

Dinas Kesehatan Kutim juga mengoptimalkan peran Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu PTM) di tingkat desa, yang kini difungsikan sebagai titik pemantauan rutin kondisi kesehatan warga. Setiap puskesmas diwajibkan memiliki minimal satu Posbindu aktif di wilayahnya untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Kami dorong setiap puskesmas memiliki minimal satu Posbindu aktif di wilayah kerjanya,” jelas Sumarno, menegaskan pentingnya keterlibatan unit layanan primer dalam pengendalian penyakit tidak menular.

Sumarno juga menyoroti efisiensi pembiayaan kesehatan melalui pendekatan pencegahan. Menurutnya, jika masyarakat sadar pentingnya deteksi dini dan menjalani gaya hidup sehat, maka tekanan terhadap fasilitas layanan kesehatan bisa dikurangi secara signifikan.

“Kalau masyarakat sehat, rumah sakit tidak akan penuh. Kesehatan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Program ini menjadi bagian dari visi besar “Kutim Sehat 2025”, yang menargetkan terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi melalui pendekatan promotif dan preventif yang merata di seluruh wilayah. (ADV).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version