Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Pendidikan Dini16 Juli 20261,949

    Desa Ketapang Terapkan Posyandu Terintegrasi 6 Bidang SPM, Perkuat Layanan Dasar Menuju Zero Stunting

    Keterangan foto: Kegiatan Posyandu Terintegrasi 6 Bidang SPM di Desa Ketapang, Tanggulangin. (Foto: Dian)
    Kegiatan Posyandu Terintegrasi 6 Bidang SPM di Desa Ketapang, Tanggulangin. (Foto: Dian)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Sidoarjo – Pemerintah Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, resmi menerapkan Posyandu Terintegrasi 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sejak Januari 2026. Melalui transformasi tersebut, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi menjadi pusat layanan dasar yang mengintegrasikan enam bidang pelayanan bagi masyarakat.

    Kepala Desa Ketapang, Abd. Kodir, SE, kepada javasia.id, Kamis (16/7/2026), mengatakan penerapan Posyandu Terintegrasi merupakan implementasi kebijakan pemerintah untuk memastikan seluruh warga memperoleh pelayanan dasar secara berkualitas, merata, dan tepat sasaran.

    “Sejak Januari 2026, Pemerintah Desa Ketapang telah mengambil langkah progresif dalam memperkuat pilar pelayanan publik di tingkat desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui revitalisasi peran Posyandu yang kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Terintegrasi 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal,” ujarnya.

    Pemerintah desa juga mengalokasikan anggaran APBDes untuk peningkatan sarana dan prasarana Posyandu, pemberian insentif serta pelatihan kader, hingga penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berkualitas. Selain itu, Balai Desa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan Posyandu dengan dukungan RT/RW dalam validasi data serta mobilisasi masyarakat.

    Saat ini Posyandu Desa Ketapang telah mengintegrasikan enam bidang pelayanan wajib, yakni kesehatan melalui layanan ibu hamil, balita, usia produktif dan lansia; pendidikan melalui integrasi Bina Keluarga Balita (BKB) dengan PAUD; pekerjaan umum melalui edukasi akses air bersih dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM); perumahan rakyat melalui pendataan lingkungan permukiman sehat dan pengelolaan sampah domestik; ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas) melalui sosialisasi tanggap bencana serta penguatan peran Linmas; serta bidang sosial melalui pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), penyandang disabilitas, dan keluarga rentan miskin.

    Meski demikian, Abd. Kodir mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya integrasi sistem data dari enam bidang pelayanan, peningkatan kapasitas kader, hingga penguatan konektivitas dengan perangkat daerah di Kabupaten Sidoarjo.

    Ke depan, Pemerintah Desa Ketapang menargetkan Posyandu Terintegrasi menjadi pusat data pelayanan masyarakat di tingkat desa sekaligus mendukung percepatan pembangunan.

    “Harapan kami, melalui keberlanjutan program ini Desa Ketapang mampu mewujudkan zero stunting, menekan angka kemiskinan ekstrem, serta membangun lingkungan desa yang aman dan tangguh. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang terlewat dari hak pelayanan dasarnya,” tegas Abd. Kodir.

    Keterangan foto: Kegiatan Posyandu Terintegrasi 6 Bidang SPM di Desa Ketapang, Tanggulangin. (Foto: Dian)

    Sementara itu, Bidan Desa Ketapang, Dawa’ur Rohmah, A.Md.Keb, menyatakan komitmennya mengawal pemenuhan Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

    Ia menjelaskan layanan kesehatan yang diberikan meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin dan menyusui, balita, usia produktif, lansia, serta skrining penyakit menular maupun penyakit tidak menular.

    Menurutnya, tantangan di lapangan masih ditemui, mulai dari fluktuasi kehadiran sasaran, keterbatasan alat pemeriksaan laboratorium sederhana, meningkatnya beban administrasi kader, hingga masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.

    “Untuk mengatasinya kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Ketapang, TP-PKK, dan Puskesmas Tanggulangin. Upaya yang dilakukan antara lain penguatan penggerakan masyarakat, optimalisasi anggaran desa, serta pelaksanaan sweeping kunjungan rumah bagi sasaran yang tidak hadir,” pungkasnya.

    Melalui implementasi Posyandu Terintegrasi 6 Bidang SPM tersebut, Desa Ketapang diharapkan menjadi salah satu percontohan integrasi layanan dasar di Kabupaten Sidoarjo sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Dian)

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleFPIK UB dan UIN Malang Dampingi UMKM Kopi dan Olahan Lele Raih Sertifikasi Halal
    Next Article Safari Pendidikan Hukum Muhammadiyah Mojokerto Perkuat Perlindungan Peserta Didik di Sekolah

    Related Posts

    Safari Pendidikan Hukum Muhammadiyah Mojokerto Perkuat Perlindungan Peserta Didik di Sekolah

    20 Juli 2026

    FPIK UB dan UIN Malang Dampingi UMKM Kopi dan Olahan Lele Raih Sertifikasi Halal

    7 Juli 2026

    Mengajar tapi Belum Bersertifikat, Guru Masuk Pendataan Kemendikdasmen untuk PPG

    8 April 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.