Browsing: Politik
Bontang – Sumaryono, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, bukanlah sosok yang hanya berfokus pada kehidupan politiknya. Bagi…
Mojokerto – Kemeriahan Kirab Pemilu 2024 semakin terasa dengan adanya kegiatan kirab yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten…
Mojokerto – Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) mengumumkan nama-nama Calon Anggota Bawaslu terpilih untuk daerah Banten, DKI…
Samarinda – Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru-baru ini merilis hasil survei yang mencakup berbagai aspek isu nasional, termasuk pemilihan presiden…
Belakangan ini, tampak adanya kehadiran tiga tokoh berpengaruh di Indonesia yang bertemu dalam satu kesempatan. Mereka meliputi Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan seorang pengusaha yang dikenal sebagai ‘Sang Naga’, yaitu Sugianto Kusuma (Aguan). Ketiganya terlihat sangat gembira dalam acara resmi pembukaan Tzu Chi Hospital Pantai Indah Kapuk di Kamal Muara, Jakarta Utara, pada hari Rabu (14/6/2023) yang lalu.
Masyarakat dihebohkan oleh pernyataan Kaesang Pangarep, putra bungsu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Depok, Jawa Barat.
Sudirman Said, juru bicara potensial calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), mengungkapkan bahwa ada pejabat yang mengusulkan agar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meninggalkan KPP.
Ada dua individu yang menolak untuk menjadi calon wakil presiden potensial yang akan mendampingi calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, yaitu Anies Baswedan. Mereka adalah Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, dan Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, mengungkapkan bahwa ia pernah menerima tawaran dari Ahmad Syaikhu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera, untuk menjadi calon wakil presiden potensial untuk Anies Baswedan.
Kampanye di Indonesia memerlukan dana yang cukup besar. Fahri Hamzah, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada periode 2014-2019, dengan terus terang mengungkapkan bahwa biayanya mencapai angka triliunan rupiah.