Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan resmi menjalin kerja sama dengan Politeknik Pertanian (Politani) Samarinda. Kolaborasi strategis ini difokuskan pada peningkatan kualitas benih dan kemandirian pangan melalui penerapan teknologi Bio Infograsi Benih yang terintegrasi dengan sistem digital Leka.

Direktur Politani Samarinda, Hamka, menjelaskan bahwa sebelum adanya inovasi tersebut, petani di beberapa wilayah, khususnya Bukit Biru, menghadapi penurunan produksi akibat kualitas benih yang terbatas serta meningkatnya serangan hama penyakit. Menurutnya, kondisi itu memerlukan terobosan berbasis teknologi yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh petani.

“Melalui penerapan Bio Infograsi Benih yang disinergikan dengan sistem Leka, hasil produksi padi sawah di Bukit Biru menunjukkan peningkatan signifikan. Dari data demplot pada Gapoktan Citarum, produktivitas naik menjadi 5,3 ton per hektar, sementara di kelompok tani Suka Maju mencapai 7,23 ton per hektar. Padahal sebelumnya, produktivitas rata-rata hanya sekitar 3,6 ton per hektar,” jelas Hamka pada Selasa (16/9/2025).

Berdasarkan perhitungan, peningkatan ini setara dengan tambahan rata-rata 2,67 ton per hektar atau sekitar 74 persen lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi modern dapat menjadi solusi efektif dalam mendongkrak produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Selain memperbaiki aspek budidaya, Politani Samarinda juga berkomitmen memberikan pendampingan di bidang administrasi dan manajemen usaha tani. Dengan langkah tersebut, petani tidak hanya terampil dalam mengelola lahan, tetapi juga memiliki kemampuan bisnis untuk memperluas peluang pendapatan.

Hamka menegaskan, kerja sama ini diharapkan bisa menjadi proyek percontohan atau pilot project bagi wilayah lain di Kalimantan Timur. “Harapan kami, hasil riset dan inovasi ini mampu mendorong ketahanan pangan di daerah sekaligus mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Langkah kolaboratif ini juga dinilai sejalan dengan strategi pemerintah menghadapi tantangan global, mulai dari dampak perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga fluktuasi harga komoditas. Dengan kombinasi riset akademik, dukungan pemerintah daerah, serta penerapan teknologi pertanian modern, Kukar berpeluang besar menjadi lumbung pangan strategis di Kalimantan Timur.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version